Berau Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar Daerah, Diskoperindag Pastikan Stok Sembako Aman Hingga Enam Bulan ke Depan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ketahanan pangan di Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan besar. Hingga kini, sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat masih dipasok dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas stok dan harga di pasaran.
Untuk memastikan
pasokan tetap aman, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan
(Diskoperindag) Kabupaten Berau melakukan monitoring ke sejumlah distributor
utama hingga gudang Perum Bulog. Hasilnya, Pemerintah daerah memastikan stok
bahan pokok penting (Bapokting) masih mencukupi dan diperkirakan aman untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Diskoperindag
Berau, Eva Yunita, mengatakan kegiatan monitoring merupakan agenda rutin yang
dilakukan pemerintah daerah sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi
gangguan distribusi maupun lonjakan permintaan.
Menurutnya,
pengawasan tidak hanya difokuskan pada stok yang telah tersedia di gudang
distributor, tetapi juga memastikan pasokan yang masih dalam proses pengiriman
menuju Kabupaten Berau tetap berjalan sesuai jadwal.
"Monitoring ini
kami lakukan untuk mengetahui ketersediaan stok dan harga barang, sekaligus
memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap aman hingga beberapa bulan ke
depan," ujarnya.
Dari hasil pemantauan
di lapangan, seluruh distributor menyampaikan bahwa persediaan bahan pokok
masih dalam kondisi aman. Selain stok yang telah tersimpan di gudang, sejumlah
komoditas juga masih terus berdatangan dari daerah pemasok sehingga belum ada indikasi
terjadinya kelangkaan.
Komoditas yang
dipastikan tersedia di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung,
hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya yang menjadi konsumsi masyarakat
sehari-hari.
"Alhamdulillah
aman saja. Beberapa distributor menyampaikan stok yang ada saat ini maupun yang
masih dalam perjalanan ke Berau masih aman, baik beras, gula maupun bahan pokok
penting lainnya," jelas Eva.
Tidak hanya melakukan
pengecekan ke distributor, Diskoperindag juga memastikan ketersediaan Cadangan
Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog. Berdasarkan hasil monitoring,
stok beras yang dimiliki Bulog dinilai lebih dari cukup untuk menjaga kebutuhan
masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi.
"Bahkan dari
hasil pengecekan di Bulog, stok beras dipastikan masih aman untuk memenuhi
kebutuhan sekitar enam bulan ke depan," katanya.
Eva menjelaskan,
monitoring kali ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang lebih
menitikberatkan pada pemeriksaan kualitas maupun standar beras. Kali ini, fokus
pemerintah adalah memastikan rantai distribusi tetap berjalan lancar sehingga
tidak mengganggu ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Langkah tersebut
dinilai penting mengingat karakteristik Kabupaten Berau yang masih sangat
bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Gangguan cuaca, keterlambatan
pengiriman melalui jalur laut, maupun hambatan distribusi lainnya berpotensi
memengaruhi ketersediaan barang dan memicu kenaikan harga apabila tidak
diantisipasi sejak dini.
Karena itu,
Diskoperindag akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap
distributor, gudang penyimpanan, hingga perkembangan harga di tingkat pasar.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga
stabilitas pasokan sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
"Kami lebih
mengarahkan monitoring ini untuk memastikan stok tetap tersedia. Karena Berau
masih cukup bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, maka yang
terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan
masyarakat tetap terpenuhi," pungkasnya.
Dengan hasil monitoring tersebut, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok bahan pokok dipastikan masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Pemerintah juga akan
terus berkoordinasi dengan distributor maupun Perum Bulog guna memastikan
pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di tengah
tingginya ketergantungan Berau terhadap distribusi pangan dari luar daerah.
(sep/FN)